... My SMILE is MY Way Out ... | |
Tiba di bandara Sam Ratulangi kami melanjutkan perjalanan tuk menghadiri upacara kebudayaan Minahasa. Sampai disana tampak puluhan orang pria bertelanjang dada mengenakan atribut berwarna merah. Mereka akan melaksanakan upacara adat kuno suku Totemboan. Tempat upacara ini bernama Watu Pinawetangan. Di dalam area tersebut terdapat sebuah batu berukuran besar yang agak menjorok ke dalam dan di pagari dengan pagar beton. Menurut sejarah, masyarakat Minahasa merupakan keturunan langsung dari Toar Lumimu'ut (putri dari negeri China) yang tiba di tanah Minahasa pada tahun 800 Masehi. Sang Putri mempunyai 9 orang anak dimana masing-masing anak mendapatkan daerah kekuasaan. Pembagian kekuasaan dilakukan di tempat ini, Watu Pinawetangan.Anak ke tiga dari sang Putri bernama Totemboan, yang mempunya hobby berperang. Atas dasar itulah upacara ini diberi nama upacara adat suku Totemboan.Prosesi upacara ini sangat unik, sebelum memulai upacara peserta yang termasuk keturunan suku Totemboan diharuskan mengelilingi batu terlebih dahulu sebanyak 9 kali ! Kemudian mereka berdoa dengan menempelkan badan di batu & kemudian menghentakkan kaki sebanyak 3 kali. Kepala Suku yang mengenakan kostum lengkap berwarna serba merah duduk menghadap batu yang diatasnya terdapat bermacam-macam jenis senjata perang. Di sekeliling batu besar, berdiri pria-pria yang merupakan keturunan suku Totembuan. Kepala suku memulai upacara dengan melafalkan kata-kata bahasa daerah Minahasa. Lambat laun badan kepala suku mengejang dan kemudian arwah leluhur masuk ke badan kepala suku. Satu persatu pria yang berdiri di sekeliling batu menghampiri sang kepala suku dan mengucapkan TUWAMA ! Tuwama merupakan salam bagi pria, yang artinya saya PEMBERANI ! Sedangkan kalau wanita biasanya mengucapkan WEWENE.Satu persatu arwah leluhur masuk ke dalam badan kepala suku, mulai dari kakek-kakek berbadan bongkok, arwah leluhur yang bisu dan Totemboan yang galak! Mereka memberikan nasehat-nasehat kebaikan. Apabila terdapat keturunan yang melakukan kesalahan kepala suku akan memarahi bahkan membacok tubuhnya! Ajaibnya, tubuh yang di bacok tidak terluka. Pun biasanya kalau terluka & berdarah kemudian akan sembuh. Dosa yang paling besar menurut adat Minahasa adalah main perempuan dan mencuri.Kami hanya menyaksikan 4 leluhur yang memasuki badan kepala suku. Karena waktu sudah sore kami pun pulang & melanjutkan perjalanan ke Tomohon. Besok mo ke danau Tondano..!
Gried, Ivan G, Kiki 2 Comments
just arrived
welcome..
@ the bus
lunch yuu..
yummii..
view Manado
kuda lg mandi
merah !
peace ah!
wekekeke
waakks?! 2 Comments
merah lagiii..
preparation
perhatian !!
Hani ?! 7 Comments
mejeng ni yee..
persembahan
detail
berdoa
pra prosesi
berdoa lagi
pake kostum
pake slayer
pegang yaa!
mulai
berdoa lagi
siap2
masuk roh leluhur
hmmm..
peralatan
serius
diresmikan
minum tuak
TUWAMA !
penonton
ini diaa..
siap bacok
km badung!
ciaatt...! 2 Comments
hmm..hmm..
good boy !
berdoa yaa!
PERHATIAN !
yane, Joe, Ingrid, Diah
b-2
b-3
tampak belakang
joe, kepala suku, ingrid, yane
selesai...
|
 | Klo Mas Joe yg diginiin, lu berani liatnya, Gid? |
 | ini madame benerannnn neeee' ? :-p hihiiiyy... |
 | aiiihhh... cantiknya... siapa niy, gried? boleh kenalan ga? :p
|
| |
|