Destinations
Menjelajah Jeram, Bermandi Air Panas
Text and Photos by Mirandhika Mirza
Jeram yang deras menjadi ciri khas utama sungai kebanggaan masyarakat Banjarnegara. Pemandangan alam nan mempesona memberi gambaran betapa kayanya alam Indonesia, tak terkecuali panasnya air belerang di Guci yang konon adalah tempat bersemedi orang-orang yang ingin belajar ilmu kebatinan.
Arung jeram di Sungai Serayu? Pertama kali mendengarnya sudah membuat nyali saya ciut. Tak terbayangkan harus menerjang derasnya jeram di sungai yang menjadi kebanggaan masyarakat Banjarnegara, Jawa Tengah. Apalagi, kita harus mendayung sekuat tenaga menembus derasnya jeram yang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi. Namun akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti sebuah trip rafting di Sungai Serayu dan pemandian air panas di Guci yang diselenggarakan oleh JOIN Enterprise.
Hari pertama
Malam itu kemacetan melanda kawasan di bilangan Sarinah. Namun saya akhirnya sampai di sebuah restoran yang letaknya agak di pojok, tempat berkumpulnya para peserta "Serayu Rafting Trip".
Ditemani segelas jus apel, saya pun duduk menunggu kehadiran rekan-rekan lainnya yang masih dalam perjalanan. Lima belas menit kemudian, barulah semua peserta akhirnya berkumpul dan siap diberangkatkan.
Perjalanan menuju Banjarnegara cukup lancar, namun kemacetan di jalur pantura sedikit mengganggu. Saya duduk paling depan, tepat di belakang sopir, bersama seorang gadis yang bekerja di sebuah perusahaan vendor telepon selular. Sharon namanya, nama sebuah bunga yang tumbuh di Lebanon. Sharon pun mengungkapkan bahwa ini adalah pengalamannya yang kedua kali. Pertama kali dia berarung jeram ria mengarungi Sungai Citarik di Bogor, Jawa Barat.
Saya pun banyak bertanya mengenai pengalamannya mengikuti kegiatan arung jeram. "Tenang aja lagi, gak bahaya kok, pasti kamu dapat merasakan sesuatu yang berbeda," jawabnya tenang menghapus keraguan saya.
Hari kedua
Nampak di ufuk timur sang surya perlahan-lahan menunjukkan keperkasaannya. Ditemani langit biru seperti lautan luas memancarkan sebuah pesona alam Indonesia yang sangat membanggakan, saya terbangun ketika tiba-tiba bus pariwisata membelokkan arah laju kendaraan ke sebuah tempat peristirahatan. Secangkir kopi hangat menemani saya menikmati pagi yang indah. Setelah semua peserta menyantap sarapan pagi yang disediakan panitia dengan lahapnya, kami pun kembali melanjutkan perjalanan menuju markas "Serayu Adventure Indonesia".
Akhirnya saat-saat yang ditunggu pun tiba. Tepat pukul sepuluh pagi rombongan kami tiba di markas "Serayu Adventure Indonesia" di Desa Singomerto, kecamatan Sigaluh, Banjarnegara, Jawa Tengah. Nampak beberapa orang berbadan tegap yang akan menjadi guide menunggu kehadiran rombongan kami. Segala perlengkapan arung jeram, mulai dari perahu karet, helm, pelampung dan dayung, sudah tersusun rapi menanti tuannya. Tak terkecuali nasi putih hangat dan ayam goreng yang sudah dipersiapkan panitia agar para peserta tak merasa lapar dan kedinginan ketika mengarungi Sungai Serayu sepanjang 26km, yang diperkirakan memakan waktu selama enam jam ini.
Usai menyantap makanan yang disediakan, kami pun segera bersiap-siap dengan berganti kostum untuk acara yang memang sudah kami nantikan. Seorang peserta asal China, Howard, yang bekerja di perusahaan minyak swasta di Jakarta, terlihat bersemangat sekali. Senyum merekah tak henti-hentinya menghiasi wajahnya yang cukup tampan. Nampak pula Atmodjo, salah seorang kameramen sebuah stasiun televisi swasta yang berbadan paling besar di antara semua peserta, bergembira sekali menantikan tantangan alam di sungai Serayu.
Setelah semua peserta siap dan mendapatkan sedikit pengarahan bagaimana teknik mendayung dan aba-aba dari guide, dengan menaiki angkutan umum yang sudah disewa, kami diantar menuju tempat awal pengarungan Serayu.
Sampailah kami di tempat awal pengarungan. Nampak jelas bagaimana derasnya jeram yang sudah menantikan kehadiran kami. Kami dibagi dalam beberapa kelompok perahu; ada yang berjumlah lima orang satu perahu dan ada yang enam orang.
Di awal pengarungan Serayu, terlihat sebuah perahu ditumpangi enam orang peserta terjebak di tengah bebatuan. Rupanya mereka tak kompak dalam mendayung sehingga terbawa arus yang cukup deras. Setelah ditolong, mereka pun dapat melanjutkan kembali pengarungan yang menantang ini. Jeram demi jeram kecil seperti jeram Selamat Datang, jeram S1, jeram S2, jeram Kodok dan yang lainnya dengan riaknya yang cukup deras dilalui para peserta dengan baik hingga sampai di sebuah jeram panjang yang sangat deras dan riak airnya cukup besar, yaitu jeram Tangga.
Saya bersama empat orang peserta lainnya berusaha menjaga keseimbangan perahu agar tak sampai terjebak dan menabrak bebatuan di pinggiran sungai. Namun Atmodjo, yang terlihat gugup, tak mampu menjaga keseimbangan hingga akhirnya terjatuh dan sempat terbawa arus Serayu. Setelah terseret beberapa meter, guide di perahu kami mampu menolongnya.
Jeram-jeram berikutnya terbilang cukup sulit dilewati. Namun, ada satu jeram, yaitu jeram Gate, yang menjadi ciri khas Sungai Serayu, yang sangat deras aliran airnya dan dihimpit bebatuan yang cukup besar sehingga perahu yang melewatinya pun harus sangat berhati-hati. Sebuah perahu yang diisi para peserta yang sudah berpengalaman mengalami kesulitan di jeram ini. Bahkan ada seorang personelnya, Budi Tanaka, yang terjatuh karena gagal menjaga keseimbangan.
Pengarungan Serayu tahap pertama berjalan dengan lancar. Setelah sempat beristirahat selama hampir satu jam untuk menikmati segarnya kelapa muda dan tempe mendoan yang menjadi makanan ciri khas Banjarnegara, kami melanjutkan pengarungan yang ditandai dengan melompatnya beberapa peserta dari tebing yang cukup tinggi ke dalam sungai.
Di pengarungan tahap kedua, hujan yang cukup deras ikut menambah nikmatnya suasana pengarungan Serayu. Nampak jelas indahnya pesona alam di pinggiran Serayu dengan tebingnya yang menantang, hamparan sawah yang ditumbuhi padi yang menguning dan kicauan burung-burung seakan mengajak para peserta bernyanyi sembari mengarungi Serayu. Satu kecelakaan kembali terjadi ketika sebuah perahu yang berisikan enam orang terbalik ketika menerobos jeram yang cukup deras.
Setelah mengarungi Serayu selama hampir enam jam ditemani dengan derasnya hujan yang turun dan pesona alam yang memikat, sampailah kami pada titik akhir pengarungan di dekat markas "Serayu Adventure Indonesia". Para peserta langsung membersihkan diri dan bersiap-siap kembali menyantap hidangan yang disediakan panitia. Selesainya pengarungan Serayu ditandai dengan terbenamnya sang surya di ufuk barat.
Waktu menunjukkan pukul tujuh malam ketika kami semua berpamitan dan melanjutkan perjalanan kami ke Guci, sebuah kawasan wisata di daerah pegunungan di Tegal, Jawa Tengah.
Akhirnya tibalah kami di Guci yang langsung disambut dengan hawa dingin yang cukup menusuk hingga ke sumsum tulang. Letaknya di daerah pegunungan membuat kawasan wisata Guci sangat diminati oleh banyak wisatawan domestik untuk berlibur. Setelah sedikit berbenah diri, kami bersiap menyantap hidangan makan malam yang disediakan, yaitu beragam sate, mulai sate ayam, sate kambing dan sate kelinci serta sop kambing yang membuat hangat badan.
Hari ketiga
Sang surya perlahan-lahan muncul di ufuk timur sembari tersenyum memancarkan sinarnya yang mempesona. Waktu menunjukkan pukul enam pagi. Kami bergegas bangun dan langsung berganti pakaian untuk segera menuju tempat pemandian air panas yang menjadi ciri khas wisata alam di Guci. Setelah berjalan kaki hampir 500m, kami tiba di sebuah kolam pemandian alami yang berada tepat di depan air terjun nan indah. Namun, ada sebuah kolam yang sama sekali tidak boleh dimasuki para pengunjung. Menurut kabar, kolam tersebut biasanya digunakan orang yang belajar ilmu kebatinan. Di kiri dan kanan kolam tersebut terdapat dua buah patung pria dan wanita yang semuanya memegang guci. Hawa mistik sempat mendera beberapa peserta yang mencoba mendekati kolam tersebut.
Air belerang yang cukup panas membuat para peserta ketagihan untuk berendam. Maklum, kondisi cuaca dan suhu saat itu bisa dibilang sangat dingin. Bahkan saat berbincang pun nampak asap keluar dari mulut setiap orang. Setelah beberapa jam, kami kembali berbenah diri dan melanjutkan perjalanan ke pusat Tegal untuk menyantap makan siang, yaitu Soto Tegal yang menjadi ciri khas makanan kota itu.
Kami kemudian segera melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta, yang memakan kurang lebih hampir sembilan jam. Kami saling berbincang berbagi pengalaman selama mengikuti "Serayu Rafting Trip" yang diselenggarakan JOIN Enterprise. Semua peserta terlihat gembira hingga tak terasa bus pariwisata telah memasuki Kawasan Niaga Terpadu Sudirman. Kami disambut dengan kemacetan yang memang sudah menjadi langganan di ibukota ini.
JOIN ENTERPRISE
Penggagas wisata unik & menarik
JOIN Enterprise adalah sebuah Adventure Tour Provider di Jakarta–yang lahir di bawah bendera Nature Trekker–sebuah wadah para anggota milist yang mempunyai hobby melakukan adventures outdoor seperti -raga Arung Jeram (Rafting) serta Wisata Bahari dan Wisata Gunung.
JOIN Enterprise berhasil mengemas 3 (tiga) buah trip Adventure di Jawa Timur & Jawa Tengah.
Konsep yang ditawarkan JOIN adalah:
- Biaya Trip yang tidak mahal.
- Makanan yang disajikan selama Trip harus enak, nikmat & bergizi.
- Tempat Penginapan/Hotel harus nyaman & bersih.
Perjalanan Wisata selanjutnya yang sudah dipersiapkan oleh JOIN ENTERPRISE pada 2008 adalah:
- "Virgin River & Beach Trip" sebuah perjalanan adventure rafting di Sungai Sampeyan, yang teletak di Bondowoso, JawaTimur, serta wisata di pantai
Tamban dekat wilayah pantai Sendangbiru, Malang Selatan. - "Manado: Valentine in Paradise" di Minahasa, Sulawesi Utara, medio Pebruari 2008, tediri atas berkuda berkeliling Danau Tondano, Rafting di Sonder River, belajar memancing ikan besar di perairan Rarumis Bitung, serta Diving & Snorkeling di wilayah Lembeh.
- "EXOTIC JATIM II 2008".
Informasi lebih lanjut:
- Sdri. Ingrid (0812 8600 520 & 021.30226699)
- Sdr. Joe (081 330440 123 & 031.60707174)